Jumat, 26 Desember 2008

Keloid di perut

Tahun 2001, saya mengalami kecelakaan sepeda motor, saya terjatuh dan membentur aspal dengan sangat keras di bagian pinggang, ginjal saya mengalami bleeding (pendarahan) yang parah sehingga harus dioperasi. Keloid bekas operasi pendarahan ginjal tersebut membekas panjang dan mengerikan. Keloid terasa sangat gatal dan tidak pernah kering.

Tiga minggu yang lalu, seorang teman baik merekomendasikan Crypto Force kepada saya. Saya mempunyai banyak keluhan kesehatan seperti kolesterol tinggi, kesemutan, kelebihan berat badan, dan darah kotor (selalu bisulan setiap mengkonsumi telur). Awalnya, saya tidak percaya suplemen karena saya beranggapan semua suplemen atau vitamin mengobral hal yang sama dan itu-itu saja. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk mencoba produk Crypto Force ini.

Satu minggu mengkonsumsi, bagian pinggang terasa pegal dan ngilu tiap malam, keloid di perut terasa semakin gatal dan nyut-nyutan. Saya juga susah tidur karena stamina saya fit terus. Saya bertanya kepada teman tentang efek yang saya rasakan tersebut, teman menganjurkan untuk terus mengkonsumsi karena semua hanya sementara, hanya efek penyesuaian karena tubuh yang tidak sehat dan justru merupakan indikasi yang bagus. Setelah dua minggu, kesulitan tidur hilang, pegal dan ngilu di pinggang tidak terasa lagi, keloid yang biasanya sangat mengganggu pun tidak terasa lagi. Saya belum benar-benar percaya itu semua karena konsumsi Crypto Force.

Minggu ketiga saat saya sedang duduk ngobrol di Dunkin Donuts dengan teman-teman, tanpa sengaja dari balik baju, saya meraba keloid yang biasanya timbul dan membengkak besar sudah tidak setimbul dan sebengkak sebelumnya lagi. Saat itu, saya baru sadar ada perubahan signifikan dalam diri saya setelah mengkonsumsi Crypto Force.

Saya menunjukkan keloid tersebut kepada teman-teman saya dan ikut memperhatikan dengan teliti, benar sekali, keloid sudah kempes dan warnanya tidak merah seperti dulu lagi. Saya hampir tidak percaya, keloid yang tidak pernah sembuh selama 6 tahun akhirnya kering dan mulai pudar sedikit demi sedikit hanya karena mengkonsumsi Crypto Force yang sebenarnya saya konsumsi untuk kesehatan kolesterol, darah, dan jantung saya. Sama sekali tidak ada pikiran keloid bisa ikut sembuh karena Crypto Force

Hebatnya lagi, tubuh saya semakin sehat dan berstamina dan berat badan saya susut 4 kilogram. Kini, saya tidak lagi harus bergantung pada Lipitor, obat penurun kolesterol yang harus saya konsumsi terus menerus sebelumnya untuk menjaga kolesterol tidak naik. Saya juga bebas makan telur kesukaan saya tanpa harus takut bisulan lagi.

Tulang belakang kejepit

Berapa waktu diperlukan untuk turun dari mobil? Inge menghabiskan waktu minimal 5 menit ketika pinggangnya nyeri hebat. Usai mengemudi, ia tertatih keluar mobil. Gara-gara gangguan penyakit itu ia batal pulang ke makassar untuk menghadiri resepsi pernikahan kerabat.

Nyeri hebat di pinggang itu ia rasakanpertama kali pada 20 tahun lalu ketika usianya 32 tahun. Semula ia tak hirau. Sebab, jika nyeri itu datang ia segera memanggil tukang urut. Usai dipijat, nyeri pun hilang. Namun, pada perkembangan frekuensi nyeri itu makin tinggi. kadang-kadang dalam sepekan ia tak dapat beraktivitas akibat nyeri pinggang.
"Bergerak sedikit saja sakit, apalagi berjalan", ujar sekretaris alumnus Pitmants Central College,Inggris, itu. Ia penasaran akan penyakit yang diidapnya. Itu yang mendorongnya bergegas ke dokter. Dari hasil rontgen tulang, dokter mendiagnosis Inge back pain. Dalam bahasa awam back pain disebut saraf terjepit. Menurut dr Satya Haruna SpS, back pain memicu nyeri lantaran sebagaian saraf tepi mengalami iritasi atau kompresi alias penekanan.

Dampak iritasi atau kompresi adalah tegang pada otot pinggang bawah. ketegangan terjadi karena otot-otot letih akibat latihan fisik berlebihan atau salah posisi. Beberapa salah posisi antara lain mengambil barang berat dengan membungkuk, menyetrika sambil duduk, atau mengambil barang di belakang mobil dengan memuntirkan pinggang. Itulah yang kerap dilakukan Inge. Perempuan 52 tahun itu paling suka membersihkan rumah.
Ia ingin agar suana rumahnya selalu berganti. Oleh karena itu ia kerap memindahkan sofa, meja, dan perabot lain. Celakanya, ia mengangkat sofa yang relatif berat sendirian sehingga otot-ototnya tegang. Pemicu lain ketegangan adalah jatuh terduduk yang menyebabkan kompresi atau penekanan pada tulang belakang. Itu juga beberapa kali dialami Inge ketika hamil.
Dua puluh tahun hidup bersama back pain bukan waktu yang pendek. Penderitaan akibat saraf terjepit seperti tak berkesudahan. Pada penghujung 2006 Inge hanya dapat berbaring. "Untuk bergerak sedikit saja, nyeri tulang belakang tak dapat saya tahan lagi", katanya. Ia bukannya tak berupaya menjemput kesembuhan. Beragam obat ia konsumsi seiring harapan kesembuhannya. "Berbagai pengobatan saya jalani, hanya ke dukun yang belum", ujar Inge.

Melihat Inge tak dapat bangun, rekannya Christine Lesmana menyarankan untuk mengkonsumsi Cryptomonadales. Teman rekannya sembuh dari kanker usus berkat cryptomonadales. Inge tertarik sehingga sejak Januari 2007 ia mengkonsumsi 20 tablet cryptomonadales kali sehari selama 1 bulan, dan bulan berikutnya 15 tablet. Itu dibarengi dengan konsumsi larutan 4 botol PPARs 12 ml sebanyak 1 botol sehari, dan Crypto Max 1 hari 1 kali selama 10 hari.
Cryptomonadales adalah ganggang hasil temuan Prof Wang Sun Te, ahli ganggang dari Taiwan. Sedangkan PPARs alias Peroxisone Proliferator Activated Reseptors hasil ekstraksi cryptomonadales.
Dua pekan setelah rutin mengkonsumsi cryptomonadales ia merasakan hasil signifikan. "Saya sudah bisa duduk dan berjalan", katanya mengenang. Tiga bulan berselang ia benar-benar terbebas dari gangguan nyeri pinggang yang hebat. Ia belum memeriksakan diri ke dokter karena 1,5 tahun terakhir back pain tak pernah kambuh.
Untuk menjaga kesehata, kadang-kadang ia mengkonsumsi 10 tablet cryptomonadales per hari. hingga kini back pain alias saraf terjepit yang membuatnya nyeri tak pernah kambuh. Senyawa aktif apa yang berperan? Menurut dr Sri Budiwati, dokter di Surabaya, Jawa Timur, kandungan DNA dan RNA dalam cryptomonadales membantu proses penyembuhan back pain.
Dokter alumnus Universitas Airlangga itu mengatakan, "Kandungan PPARs, DNA, dan RNA dalan cryptomonadales cepat mengganti sel-sel yang rusak dan bengkak akibat gangguan jaringan bantalan tulang belakang." DNA dan RNA juga mempercepat proses regenerasi sel saat luka. PPARs berperan mempercepat kinerja organ untuk mencerna makanan sehingga ketahanan tubuh meningkat. Efeknya gangguan kesehatan pun hilang.

To Free Nerve from Squeezing

Inge first felt the great neural twinge 20 years ago. She did not care about it but as time went by the twinge got even more painful. She even took a minimum 5 minutes to get off the car. After having an x-ray check, her doctor diagnosed that she suffered from back pain. The zenith was in the end 2006 when Inge could only lay down.

Since January 2007 Inge has tried to consume 20 tablets of cryptomonadales 1 times in a day for a month. The following month she consumed 15 tablets as her friend suggested. While consuming cryptomonadales tablets she also drank a bottle of 15 ml PPARs liquid in a day and crypto max once in a day for ten days. Two weeks after she had routinely consumed cryptomonadales, she felt a significant result. Three months afterwards, she is completely free from a great back pain disorder.

According to dr Sri Budiwati, a physician in Surabaya, East Java, the DNA and RNA content in cryptomonadales takes part in back pain recovery process. ‘PPARs, DNA, and RNA contents in cryptomonadales quickly substitute damage and swollen cells as a result of discus intervertebralis tissue disorder,’ she said. DNA and RNA also accelerate cell regeneration process when there is a wound. PPARs functions to speed up the work of organ to digest food so as to increase body immunity. The effect is health disorder disappear.

leukemia

Having had a leukemia verdict 4 years ago, Fransisca Gunawan, a 10 year-old girl, hesitantly has to stay only in a 20 m² width sterile room hitherto. She had followed her doctor's advise to take chemotherapy. Instead of gaining significant recovery, her liver and body became swollen up. In April 2007, Merlin Kusmiyati, a relative of Swarnam who is Fransisca's uncle, advised her to consume the extract of cryptomonadales Chlorella sorokiniana which is rich in active compound, such as phycocyanin, CGF or chlorella growth factor, and Peroxisome Proliferator Activated Receptors (PPARs). All of those compounds are beneficial for body immunity system.

The first progress of Sisca's health appeared 60 days after she had consumed the cryptomonadales extract in which her face started to be bright again in addition to the increasing of hemoglobin level in her blood. A research result of dr Ih-Jen Su proved that phycocyanin in cryptomonadales functions as antivirus and effective to prevent cancer attack by way of apoptosis or inducing cancer cells to commit suicide.